Rabu, 25 April 2012

SERTAKAN TUHAN DALAM KEBERHASILAN

"SERTAKAN TUHAN DALAM KEBERHASILAN"
Nats : Ulangan 8 : 11 - 14
Tuhan Allah memberikan suatu peringatan kepada bangsa Israel, agar mereka senantiasa bersyukur kepadaNya karena segala kebaikan Tuhan yang telah terwujud nyata dalam perjalanan mereka menuju tanah kanaan. TUhan memperingati kepada umatNya agar senantiasa berhati-hati. berhati-hati yang dimaksudkan oleh Tuhan yaitu ketika mereka berada dalam kemapanan, ketenangan, kebahagiaan, ketika mereka berada dalam kecukupan baik makanan dan minuman bahkan dengan berhasilnya segala ternak dan pertanian mereka. mengapa Tuhan mengatakan berhati-hati dikarenakan manusia senantiasa berubah setia ketika telah mencapai apa yang telah diimpikan dan dicita-citakan selama itu. sebab keberhasilan dan kesuksesan telah menggantikan posisi Allah didalam hati manusia, sehingga dengan demikian mereka bukan lagi memfokuskan arah hidup pada Allah melainkan pada harta dan kenikmatan dunia. dengan keadaan ini maka manusia cenderung dicap sebagai manusia yang lupa diri oleh karena satu perkara yaitu "TINGGI HATI". ayat 14 "jangan engkau tinggi hati, sehingga engkau melupakan Tuhan, Allahmu yang membawa engkau keluar dari tanah mesir, dari rumah perbudakan,....." dengan tinggi hati itu berarti kita telah terjebak dari ketidak hati-hatian kita dalam menyikapi segala kebaikan Tuhan yang telah menjadi nyata dalam hidup kita.
saudara-saudaraku bagaimana caranya agar kita terhindar dari dosa tinggi hati...? 
ada dua perkara yang berkaitan dengan keberhasilan yang Tuhan kerjakan dalam hidup kita dan memang tidak terlepas dari dua perkara itu yaitu :
  1. KELUARGA......keluarga adalah tempat dimana Allah mencurahkan segala kebaikanNya dan berkat-berkatNya. ketika keluarga tidak berada dalam keadaan yang dipenuhi dengan kebenaran dan kekudusan Tuhan maka sesungguhnya keadaan yang harusnya dihindari itu akan terjadi juga. mengapa.....?  karena keluarga tidak mempertahankan sumber kebenaran itu sendiri dalam rumah tangga Yaitu Yesus Kristus Tuhan. keluarga menjadi harmonis dan bahagia dan juga mengalami berkat yang melimpah ketika kita mengundang Yesus tinggal dalam rumah tangga kita atau keluarga kita. bukankan ketika zakheus berjumpa dengan yesus apa yang dikatakan oleh Yesus bahwa Ia akan menumpang dirumah Zakheus, dan apa yang terjadi semua berubah dengan otomatis. dengan mengundang Yesus Kristus hadir dan tinggal dalam rumah tangga kita maka akan terjadi sesuatu yang juga didam-idamkan semuao orang percaya : 1. Yesus Itu sendiri yang akan menginjeksikan kuasa damai sejahtera, 2. Yesus Kristus sendiri yang akan mengakomodir berkatnya bagi kita, 3. dan yang akhirnya Kristus Yesus akan menciptakan sejarah yang indah dalam keluarga kita yang menjadi sorga kehadiran Allah.
  2. DIRI PRIBADI......diri pribadi kita adalah sasaran dari segala kebaikan kita. diri kita haruslah menjadi tempat Allah berdiam untuk memenuhi janjiNya, yaitu kebaikan-kebaikanNya. sehingga dengan demikian ketika kita memelihara diri kita dengan virus yang mendatangkan dosa yaitu tinggi hati maka dengan sendirinya seluruh hidup kita secara pribadi akan dipenuhi dengan rencana Tuhan yang dahsyat.  saudara-saudaraku ketika Kasih Kristus Yesus benar-benar telah menguasai pribadiu kita maka yang akan muncul dari dalam diri kita yaitu ( Kolose 3 : 15 - 17 ) :  1. Damai sejahtera akhirnya memerintah dalam hati kita, 2. Perkataan Kristus akhirnya akan diam dalam mulut kita, 3. dan yang menjadi aplikasi aktif dan berkesinambungan adalah adanya kemampuan untuk melakukan segala sesuatu dalam nama Tuhan Yesus Kristus.
Dan akhirnya saudara-saudaraku yang terkasih dalam Kristus, marilah kita senantiasa melibatkan Tuhan dalam segala perkara yang kita hadapi. baik itu dalam kesesakan dan baik itu dalam keberkatan dan keberhasilan. karena dengan demikian kita dapat dengan bebas mengekspresikan segala kebaikan TUhan dalam kebenaranNya. dengan tidak berada dalam jeratan virus TINGGI HATI. Amin











Minggu, 09 Oktober 2011

ESENSI DARI PERTOBATAN ADALAH "BUAH" ( Luk 3 : 1-20 )

Dalam kitab Perjanjian Lama ( Yesaya ) sudah menubuatkan tentang keberadaan Nabi Yohanes Pembaptis, yang harus lebih dahulu lahir didunia untuk mempersiapkan jalan bagi Sang Juruselamat yang akan tampil membritakan kabar keselamatan. dalam mempersipkan jalan itu Yohanes Pembaptis diberikan mandat oleh Allah untuk menyampaikan kabar pertobatan dan memberi diri untuk dibaptis lalu beroleh pengampunan dosa. dalam hal ini Yohanes Pembaptis diperhadapkan dengan keadaan yang sangat bertentangan dengan yang seharusnya ketika Yohanes Pembaptis berhadapan dengan orang Farisi dan Orang Saduki yang merupakan orang-orang yang benar-benar memahami isi dari hukum Taurat. namun ketika kedua golongan masyarakat yahudi itu tampil dihadapannya, Yohanes Pembaptis dengan penuh kesadaran mengumpat mereka dengan mengatakan "keturunan ular beludak". mengapa Yohanes Pembaptis mengatakan hal itu sementara Yohanes Pembaptis mengundang mereka dengan menyatakan kabar pertobatan dan pembaptisan agar dosa mereka diampuni ? apakah Yohanes Pembaptis telah melakukan kesalahan yang sangat fatal dengan mengumpat mereka ?.....tidak. Yohanes Pembaptis tahu betul arti ungkapan itu. ia mengetahui bahwa mereka dari golongan farisi dan dari golongan saduki adalah orang-orang yang benar-benar memahami tuntutan hukum taurat, ia tahu bahwa mereka adalah golongan yang benar-benar menerapkan hukum Taurat. namun sesungguhnya mereka juga adalah dolongan-golongan yang tidak pernah mengaplikasikan hukum Taurat itu sepenuhnya dalam hidup mereka. secara lahiriah mereka melakukan hukum Taurat namun secara batiniah tidak dipenuhi dengan hukum Allah. mereka berbicara kasih namun mereka tidak sanggup untuk melakukan. mereka berbicara pengampunan namun mereka tidak sanggup untuk mengampuni, mereka berbicara ibadah namun mereka sendiri banyak mengambil keuntungan dari ibadah itu untuk kebutuhan daging  dan kepuasan tubuh semata, mereka mempergunakan Titah Tuhan untuk mendukung program partai politik mereka. dalam ayat 8...."jadi hasilkanlah buah-buah yang sesuai dengan pertobatan." maksudnya adalah golongan-golongan itu tidak dapat menampakkan buah-buah kebenaran itu sendiri sehingga mereka dikategorikan oleh Yohanes Pembaptis sebagai keturunan ular baludak yang berarti orang-orang jahat yang munafik, yang pandai mengajar namun tidak dapat berbuat seperti yang diajarkan, ini adalah perkara penyesatan.
dalam nats pembacaan Firman Tuhan ini, terdapat tiga pertanyaan dari kelompok yang mewakili masyarakat yang hadir waktu Yohanes Pembaptis akan membaptis mereka, menyangkut buah pertobatan-pertobatan apakah yang harus mereka hasilkan..... mari kita simak bersama.
1. ayat 10-11......."barangsiapa mempunyai........hendaklah ia membaginya.......". kata mempunyai dalam bahasa Yunani "Echo"....inggrisnya "Hath", yang berarti kemampuan atau kondisi yang lebih.. aplikasi yang dimaksud bukan hanya soal harta yang diberi namun juga sesuatu yang lebih yang telah Tuhan percayakan dalam hidup orang percaya yaitu : Kasih, Damai sejahtera, Pengampunan, Ketaatan, Ketenangan, kesetiaan...inilah yang juga dimaksudkan bahwa kita sebagai orang percaya mempunyai banyak kemampuan dan kondisi yabng lebih dibandingkan mereka yang belum mengenal Kristus. artinya bahwa kita akan sangat susah menghasilkan buah-buah pertobatan apabila kita sendiri tidak dapat berbagi semua yang menjadi kelebihan-kelabihan yang kita punya. sebab banyak orang yang tidak punya kasih, damai, ketenangan, damai sejahtera, adakah kita telah menghasilkan buah-buah pertobatan dalam hal kasih, damai, sukacita dengan berbagi pada mereka yang tidak mempunyai oleh karena beban pergumulan yang mereka alami atau bahkan kita semakin menekan atau menjauh dari mereka.......jadi hasilkanlah buah kasih, damai, kebenaran, sukacita, ketenangan , pengharapan....semua yang berkaitan dengan kebenaran.
2.  ayat 12-13......Pemungut cukai ( berkaitan dengan uang ). dalam I Timotius 6:10...."akar segala kejahatan adalah cinta uang."....inilah salah satu yang menghambat gereja Tuhan dapat mengeluarkan buah pertobatan mereka. gereja Tuhan cenderung mengejar keuntungan tanpa memperhatikan apa yang menjadi kehendak Tuhan dalam hidupnya. semua arah hidup mereka hanya berkiblat pada uang, yang akhirnya mereka tidak dapat menjadi saksi dan terang sesuai dengan tuntutan Tuhan.
percayakah bahwa uang itu dapat menimbulakan kecurigaan yang berujung pada pertengkaran, uang bisa membuat orang menjadi pembohong, uang bisa membeli nyawa manusia, uang bisa menghalalkan segala cara kendatipun itu sangat bertentangan dengan kebenaran. berdasarkan hal ini maka Rasul Paulus menekankan kepada Timotius untuk tidak salah dalam memilih penilik jemaat. Paulus menekankan jangan sampai memilih penilik yang menjadi hamba uang sebab bisa berakibat fatal dalam pelayanan, dan pastinya akan mengorbankan harga diri kekristenannya. jadi uang bukanlah segalanya tetapi Kristuslah segalanya.
3.  ayat 14....Prajurit-prajurit ( berkaitan dengan kuasa/otoritas ). banyak gereja-gereja Tuhan tidak dapat menghasilkan buah pertobatan yang sungguh karena mereka ternyata menyalahgunakan otoritas mereka dalam perkerjaan Tuhan maupun dalam intansi pemerintahan dan juga dalam keluarga. wewenang dalam pelayanan atau pekerjaan maupun dalam keluarga tidak boleh dipakai hanya untuk menguntungkan diri pribadi. tidak dijadikan peluang untuk memeras orang lain, tidak dijadikan sebagai kekuatan untuk memaksakan keinginan diatas hak-hak orang lain. bukankah banyak anak-anak Tuhan yang dipercayakan oleh pemerintah atau perusahaan dalam suatu jabatan, dalam gereja dipercayakan sebagai hamba Tuhan, dalam keluarga sebagai pemimpin. jadi mari inilah kesempatan bagi kita untuk berkarya bagi Dia dan mengahasilkan buah-buah pertobatan yang sesungguhnya.
jadi dari ketiga pertanyaan yang dijawab oleh Yohanes Pembaptis sudah cukup mewakili sendi-sendi kehidupan orang percaya. iangatlah bahwa kapak sudah tersedia pada pohon yang tidak dapar menghasilkan buah. akan lebih baik ditebang dan dimasukkan kedalam api untuk dibakar.......HALELUYA.

Jumat, 23 September 2011

Tiga Dimensi Keselamatan (Efesus 2:4-5, Filipi 2:12-13, Roma 13:11 )

ada beberapa pandangan dari umat Kristiani yang mengatakan bahwa keselamatan itu akan tetap menjadi miliknya kendatipun ia nantinya mati dalam dosa. dalam artian bahwa walaupun hidup bergelimangan dosa namun telah menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya tetap akan menikmati kehidupan kekal untuk selama-lamanya. dengan demikian pemikiran yang seperti ini mengarah pada penyesatan, yang akhirnya banyak menyesatkan umat-umat yang lain. sementara yang sebenarnya keselamatan itu adalah anugrah dari Allah namun patut dimengerti bahwa keselamatan itu harus dikerjakan dalam takut dan gentar kepada Allah yang juruselamat dunia yaitu Tuhan Yesus Kristus. keselamatan itu bisa saja terambil dari kita bukan berarti Tuhan yang mengambilnya melainkan kita yang telah beroleh anugrah itu menyia-nyiakan anugrah itu dengan tidak menghargai dan mengisinya dengan tuntutan Firman Tuhan yang tidak perlu diperdebatkan lagi seperti apakah itu. surga dan neraka itu adalah pilihan yang harus dipilih salah satunya. oleh sebab itu mari kita simak garis besar dari tiga dimensi keselamatan yang dapat penulis bahas. kiranya garis besar khotbah ini dapat menjadi berkat bagi hamba-hamba Tuhan.
dalam tiga bagian pembacaan Firman Tuhan ini, kita diperlihatkan mengenai tiga dimensi, yaitu mengenai adanya waktu yang sudah terjadi, waktu yang sedang terjadi, dan waktu yang akan datang. INI BERBICARA MENGENAI KESELAMATAN.

dimensi pertama  ( Efesus 2:4-5 )
  • keselamatan berarti membebaskan dari suatu malapetaka dalam ayat ini menjelaskan tentang adanya kematian yang harus terjadi oleh karena adanya kesalahan / dosa yang telah diperbuat, namun oleh kasih karuniaNya sehingga kita beroleh kesempatan untuk hidup dalam keselamatan itu tanpa melalui usaha manusia itu sendiri tetapi oleh pemberian cuma-cuma dan itu telah dikerjhakan oleh Allah
  • dimensi pertama ini baru dalam tingkatan diampuni/disucikan --- belum dikuduskan.
  • dalam dimensi pertama ini berbicara tentang posisi dari orang percaya dan bertobat itu dari kegelapan dipindahkan kepada terangNya yang ajaib-- namun sebagai tindak lanjutnya bahwa orang yang telah menjadi percaya dan telah berada dalam terangNya Allah dituntut harus terus melangkah sampai pada terang yang besar atau sempurna ( Yoh 8:12 )------JUSTIFICATION.  ( ini adalah suatu perkara yang telah terjadi dan telah sempurna tuntutan dari dosa dikerjakan oleh Yesus Kristus )
dimensi kedua ( Filipi 2:12-13 )

  • pada dimensi kedua ini kita harus dengan yakin bahwa dosa kita telah diampuni oleh Bapa disorga melalui AnakNya yaitu Tuhan Yesus Kristus ( Lukas 7:48 ). sehingga tidak ada dasar bagi dunia dan setan untuk menuduh dan mendakwa kita dikarenakan keselamatan itu telah dikerhjakan oleh Dia. dan sekarang yang dikehendaki oleh Allah dalam dimensi kedua ini adalah dengan tetap melangkah dalam ketaatan, takut dan gentar pada TUhan, serta semua kemauan kita berdasar pada kehendak Tuhan.
  • dalam Kitab Yohanes 5:14, 8:11. Tuhan Yesus menegaskan kepadanya bahwa pergilah dosamu telah diampuni dan jangan berbuat dosa lagi. maknanya bahwa pergilah untuk bersaksi dan memberitakan bahwa dalam Yesus ada pengampunan dosa, dan jangan sekali-kali untuk berbuat dosa lagi sebab dengan demikian kita benar-benar tetap berada dalam kerangka keselamatan itu sendiri. kapan kita kembali berbuat dosa sesungguhnya kita sementara mempermainkan anugrah itu sendiri, yang mengindikasikan bahwa kita sesungguhnya tidak bergantung dan berharap sepenuhnya pada Karya itu...........SANTIFIKATION. ( ini adalah suatu perkara yang sedang terjadi dan terus akan terjadi sampai tiba masa akhir dari segala sesuatu )
dimensi ketiga ( Roma 13:11 )

ini berbicara tentang MARANATHA, yaitu keselamatan yang sempurna ketika Tuhan Yesus Kristus datang diatas awan-awan untuk menjemput para umat pilihanNya yang bertahan sampai pada masa kesudahannya...berbahagialah mereka yang senantiasa mempersiapkan diri dengan melakukan pembenahan sesuai dengan koridor Firman Tuhan......marilah kita senantiasa diperlengkapi dengan Pakaian Putih ( why 3:18, Mat 22: 11-13, Why 19:6-8.....ini berbicara tentang perbuatan-perbuatan kita yang berprinsip pada Firman Allah ). dan juga Minyak diatas Kepala ( Why 3:18, Mzm 48:8, Mat 25: 1-13......)

jadi Tuhan telah bekerja dengan melimpahkan anugrah keselamatan itu, sekarang tinggal bagaimana kita menyikapi dalam praktek hidup dasar dari anugrah keselamatan itu, dan bertahan sampai keselamatan yang sempurna itu tiba yaitu kehidupan yang kekal dalam sorgawi samawi..........amin HALELUYA.

Minggu, 03 Juli 2011

khotbah : "Jangan menyia-nyiakan keselamatan" ( Ibrani 2:1-4 )

ada banyak julukan yang diberikan kepada orang-orang kristen diakhir jaman ini yang makna faktanya lebih condong ke arah yang negatif, dan penuh dengan makna yang tidak mendatangkan terang Firman. seperti :
- kristen KTP
- Kristen Modern ( serupa dengan "perkembangan dunia" )
- Kristen kedagingan
- Kristen tak bertobat
- Kristen bebal...........dsb.
dari julukan-julukan ini tersirat bahwa tidaklah mudah untuk menjadi orang kristen yang tulus dan murni menyerahkan hidupnya dalam tangan Tuhan. sebab ternyata masih banyak hal yang kadangkala masih mengikat kejiwaan kita, sehingga seakan-akan kita menjadi orang kristen yang tak berdaya mengatasi hal yang buruk dari luar dan dari dalam diri kita.
dalam Kitab Ibrani ini khususnya pasal 2 tersirat bahwa Allah melalui penulis kitab Ibrani ini memperingatkan tentang akan bahayanya umat-umat Tuhan yang menyia-nyiakan keselamatan yang telah diperoleh. Firman Tuhan ini disampaikan kepada mereka yang sudah menjadi Kristen dalam artian mengenal Tuhan dan telah mendengar tentang kabar keselamatan. bukan kepada mereka yang belum mengenal Allah atau kafir.
melalui kesempatan ini mari kita simak bersama-sama apakah yang menjadi suatu peringatan yang termuat dalam satu perikop ini yang ditekankan oleh Penulis dalam hikmat Allah agar kita tidak termasuk dalam orang-orang yang menyia-nyiakan keselamatan itu.

1. Harus lebih meneliti dan memperhatikan apa yang kita telah dengar ( firman keselamatan )
meneliti dan memperhatikan mempergunakan kata "prosecho" yang artinya memegang / menjaga hati dan pikiran.
dalam artian kita sebagai pengikut Kristus yang hidup diakhir jaman ini harus benar-benar mengambil prinsip untuk mendengar Firman Tuhan dengan penuh perhatian agar Firman Tuhan itu yang menjadi kekuatan dalam hidup ini yang banyak sekali pengaruh-pengaruh negatifnya. ketika benar-benar telah melakukannya maka dengan sendirinya kita pasti akan terhindar dari arus yang menghanyutkan. penggunaan kata kerja dalam kalimat "kita jangan hanyut terbawa arus", 'Pararreo'----> kata kerja ini menggambarkan bahaya yang akan kita hadapi, ketika kita tidak dapat dengan teliti dan memperhatikan Firman Kehidupan yang mendatangkan keselamatan.

2. setiap pelanggaran dan ketidaktaatan mendapat balasan yang setimpal.
dalam Kitab I Yohanes 3:4, "......dosa alah pelanggaran hukum Allah". jadi yang dapat dikategorikan dalam pelanggaran dan ketidaktaatan itu adalah dosa. jadi semua yang berbau dosa itu adalah pelanggaran dan ketidaktaatan.
pelanggaran dan ketidaktaatan yang mengikat gereja-gereja Tuhan itu anatara lain :
- berzinah dan membunuh ( Yakobus 2:11 )
- Tidak mendengar Firman dan mendurhaka ( Keluaran 23:21 )
- Tidak beribadah ( bnd  Kel 23:25, I Tim 4:7, Ul 6:13-15 )
- Hidup menurut keinginan daging ( Galatia 5:19-21 )
- Kelakuan manusia lama masih melekat ( efesus 4 : 25 - 32 ).
dari dua peringatan ini telah ditekankan bahwa bagaimana kita dapat luput dari semua pelanggaran dan ketidaktaatan yang kita lakukan dan berimbas pada balasan yang setimpal dari Tuhan, itu dikarenakan kita dengan penuh kesadaran telah menyia-nyiakan keselamatan itu.   
bertobatlah dan berbaliklah kepada Allah dengan benar-benar mengikuti apa yang diperintahkan-Nya. sebab waktunya sudah sangat singkat......AMIN

khotbah : "Jangan menyia-nyiakan keselamatan"

Kamis, 23 Juni 2011

Kristus masih berkarya ( Lukas 24 : 50 - 53 )

Setelah Yesus beserta para murid-muridNya berada di bukit Zaitun, maka dengan posisi murid-murid memandang padaNya, Yesus terangkat ke sorga.dalam nats pembacaan kita termuat beberapa poin yang penting yaitu :
1.  Yesus terangkat sambil mengangkat tanganNya dan memberkati mereka
2.  Murid-murid menyembah kepada Yesus Kristus Tuhan.
3.  Murid-murid pulang ke Yerusalem dengan sukacita.
4.  Murid-murid senantiasa berada di bait Allah

namun yang menjadi pembahasan saya pada kesempatan ini yaitu apakah yang menjadi tujuan Yesus Kristus naik ke Sorga .....? yang jelas Yesus Kristus akan terus berkarya sampai kesudahanNya yaitu sampai masa kekekalanNya itu kembali. nah mari kita lihat poin-poin yang menjadi tujuan Kristus naik ke sorga....!

1.  Yesus Kristus naik ke Sorga adalah untuk naik ke Firdaus langitan ke tiga. ( Efesus 4:8a ).
     Yesus naik ke firdaus untuk membawa tawanan-tawanan ke firdaus. tawanan-tawanan itu adalah roh orang-orang mati dalam Tuhan.......I Petrus 3:18-20, bnd  Luk 23:42,43, II Kor 12:2-4.

2.  Yesus naik ke Sorga untuk yang berikutnya Ia kehadapan Hadirat Allah di Sorga kemah yang sempurna itu untuk mengadakan Grafirat kekekalan.......Ibrani 9:11-14.

3.  Setelah Yesus Kristus mengadakan Grafirat Kekekalan itu lalu Yesus duduk disebelah kanan Allah BapaNya........Ibrani10:12.

jadi selain Yesus Kristus Tuhan terangkat ke sorga untuk menyediakan Tempat bagi kita sesuai dengan pernyataanNya dalam Kitab Yohanes 14:2,3, Yesus juga melakukan ketiga hal yang telah terpaparkan secara garis besar.
kiranya garis besar khotbah ini dapat menambah wawasan pelayanan kita ditengah-tengah jemaat dan orang percaya yang bertumbuh.......AMIN




Rabu, 22 Juni 2011

sejarah GPSDI Jemaat Kristus Ajaib Kimi Nabire



Gereja Pantekosta Serikat di Indonesia jemaat Kristus Ajaib Kimi Nabire, adalah cabang pelayanan dari GPSDI Kristus Ajaib pusat kota Nabire. adapun jarak tempuh dari kota nabire menuju ke Kampung Kimi adalah 15 km. awalnya berdiri pelayanan di kimi dimulai dengan permintaan pelayanan dari jemaat yang memang berdomisili di kampung kimi dengan jumlah kepala keluarga yang tercatat adalah 5 keluarga. berdasarkan surat permohonan pelayanan itu, maka pada tanggal 24 February tahun 2008 diadakanlah ibadah perdana pada pembukaan pos PI di kampung kimi. ibadah perdana ini dipimpin langsung oleh Pdt. Daniel R Samben, M.Th selaku pengurus daerah Papua. ibadah perdana diselenggarakan dalam rumah yang dipinjamkan oleh keluarga Pdt. Paulus Appang ( gembala GPT ), kemudian pindah lagi dirumah kelaurga jemaat Lukas Londe. Setelah berlangsung selama beberapa bulan pelayanan di Kimi maka, koordinator pelayanan yaitu Pdtm. Marthen Arwam di Kampung Kimi, mengusulkan agar ada gembala sidang yang menetap di Kimi sebab pelayanan yang telah berjalan selama beberapa bulan telah berkembang dengan bertambahnya jumlah keluarga. dengan adanya usulan itu maka jemaat dengan penuh penghargaan atas pekerjaan Tuhan maka seluruh jemaat sepakat untuk memilih dari sekian hamba Tuhan yang dipromosikan oleh Pengurus Daerah. maka pada bulan november 2008 terpilihlah dari suara mayoritas jemaat Kimi yaitu Hamba Tuhan yang masih muda Pdt. Alfi Kasmaberland Ntahu, S.Th. dari terpilihnya seorang gembala jemaat bagi pelayanan di jemaat kimi maka semua yang bersangkut paut dengan pelayanan dipimpin langsung oleh Pdt. Alfi Kasmaberland Ntahu. bulan demi bulan berlangsung maka pada tanggal 1 februari 2010 gembala terpilih berdasarkan permintaan jemaat kimi berpindah domisili ke Kampung Kimi yang mana awalnya tinggal di pusat kota nabire. Pada tanggal 06 desember 2010 diadakanlah pelantikan Gembala Sidang sekaligus dirangkaikan dengan ibadah natal jemaat. sampai dengan tahun 2011 jumlah kepala keluarga dalam jemaat berjumlah 23 KK, adapun penghasilan jemaat mayoritas adalah peternak dan pekebun dan juga bekerja sampingan sebagai tukang kayu dan batu. dan sampai hari ini pekerjaan Tuhan tetap berlangsung walaupun silih berganti pergumulan dan persoalan yang menerpa baik jemaat maupun pekerjaan Tuhan. amin

mohon bantuan doanya bagi saudara-saudari yang juga peduli akan berkembangnya Pelayanan Injil Sepenuh.