Minggu, 09 Oktober 2011

ESENSI DARI PERTOBATAN ADALAH "BUAH" ( Luk 3 : 1-20 )

Dalam kitab Perjanjian Lama ( Yesaya ) sudah menubuatkan tentang keberadaan Nabi Yohanes Pembaptis, yang harus lebih dahulu lahir didunia untuk mempersiapkan jalan bagi Sang Juruselamat yang akan tampil membritakan kabar keselamatan. dalam mempersipkan jalan itu Yohanes Pembaptis diberikan mandat oleh Allah untuk menyampaikan kabar pertobatan dan memberi diri untuk dibaptis lalu beroleh pengampunan dosa. dalam hal ini Yohanes Pembaptis diperhadapkan dengan keadaan yang sangat bertentangan dengan yang seharusnya ketika Yohanes Pembaptis berhadapan dengan orang Farisi dan Orang Saduki yang merupakan orang-orang yang benar-benar memahami isi dari hukum Taurat. namun ketika kedua golongan masyarakat yahudi itu tampil dihadapannya, Yohanes Pembaptis dengan penuh kesadaran mengumpat mereka dengan mengatakan "keturunan ular beludak". mengapa Yohanes Pembaptis mengatakan hal itu sementara Yohanes Pembaptis mengundang mereka dengan menyatakan kabar pertobatan dan pembaptisan agar dosa mereka diampuni ? apakah Yohanes Pembaptis telah melakukan kesalahan yang sangat fatal dengan mengumpat mereka ?.....tidak. Yohanes Pembaptis tahu betul arti ungkapan itu. ia mengetahui bahwa mereka dari golongan farisi dan dari golongan saduki adalah orang-orang yang benar-benar memahami tuntutan hukum taurat, ia tahu bahwa mereka adalah golongan yang benar-benar menerapkan hukum Taurat. namun sesungguhnya mereka juga adalah dolongan-golongan yang tidak pernah mengaplikasikan hukum Taurat itu sepenuhnya dalam hidup mereka. secara lahiriah mereka melakukan hukum Taurat namun secara batiniah tidak dipenuhi dengan hukum Allah. mereka berbicara kasih namun mereka tidak sanggup untuk melakukan. mereka berbicara pengampunan namun mereka tidak sanggup untuk mengampuni, mereka berbicara ibadah namun mereka sendiri banyak mengambil keuntungan dari ibadah itu untuk kebutuhan daging  dan kepuasan tubuh semata, mereka mempergunakan Titah Tuhan untuk mendukung program partai politik mereka. dalam ayat 8...."jadi hasilkanlah buah-buah yang sesuai dengan pertobatan." maksudnya adalah golongan-golongan itu tidak dapat menampakkan buah-buah kebenaran itu sendiri sehingga mereka dikategorikan oleh Yohanes Pembaptis sebagai keturunan ular baludak yang berarti orang-orang jahat yang munafik, yang pandai mengajar namun tidak dapat berbuat seperti yang diajarkan, ini adalah perkara penyesatan.
dalam nats pembacaan Firman Tuhan ini, terdapat tiga pertanyaan dari kelompok yang mewakili masyarakat yang hadir waktu Yohanes Pembaptis akan membaptis mereka, menyangkut buah pertobatan-pertobatan apakah yang harus mereka hasilkan..... mari kita simak bersama.
1. ayat 10-11......."barangsiapa mempunyai........hendaklah ia membaginya.......". kata mempunyai dalam bahasa Yunani "Echo"....inggrisnya "Hath", yang berarti kemampuan atau kondisi yang lebih.. aplikasi yang dimaksud bukan hanya soal harta yang diberi namun juga sesuatu yang lebih yang telah Tuhan percayakan dalam hidup orang percaya yaitu : Kasih, Damai sejahtera, Pengampunan, Ketaatan, Ketenangan, kesetiaan...inilah yang juga dimaksudkan bahwa kita sebagai orang percaya mempunyai banyak kemampuan dan kondisi yabng lebih dibandingkan mereka yang belum mengenal Kristus. artinya bahwa kita akan sangat susah menghasilkan buah-buah pertobatan apabila kita sendiri tidak dapat berbagi semua yang menjadi kelebihan-kelabihan yang kita punya. sebab banyak orang yang tidak punya kasih, damai, ketenangan, damai sejahtera, adakah kita telah menghasilkan buah-buah pertobatan dalam hal kasih, damai, sukacita dengan berbagi pada mereka yang tidak mempunyai oleh karena beban pergumulan yang mereka alami atau bahkan kita semakin menekan atau menjauh dari mereka.......jadi hasilkanlah buah kasih, damai, kebenaran, sukacita, ketenangan , pengharapan....semua yang berkaitan dengan kebenaran.
2.  ayat 12-13......Pemungut cukai ( berkaitan dengan uang ). dalam I Timotius 6:10...."akar segala kejahatan adalah cinta uang."....inilah salah satu yang menghambat gereja Tuhan dapat mengeluarkan buah pertobatan mereka. gereja Tuhan cenderung mengejar keuntungan tanpa memperhatikan apa yang menjadi kehendak Tuhan dalam hidupnya. semua arah hidup mereka hanya berkiblat pada uang, yang akhirnya mereka tidak dapat menjadi saksi dan terang sesuai dengan tuntutan Tuhan.
percayakah bahwa uang itu dapat menimbulakan kecurigaan yang berujung pada pertengkaran, uang bisa membuat orang menjadi pembohong, uang bisa membeli nyawa manusia, uang bisa menghalalkan segala cara kendatipun itu sangat bertentangan dengan kebenaran. berdasarkan hal ini maka Rasul Paulus menekankan kepada Timotius untuk tidak salah dalam memilih penilik jemaat. Paulus menekankan jangan sampai memilih penilik yang menjadi hamba uang sebab bisa berakibat fatal dalam pelayanan, dan pastinya akan mengorbankan harga diri kekristenannya. jadi uang bukanlah segalanya tetapi Kristuslah segalanya.
3.  ayat 14....Prajurit-prajurit ( berkaitan dengan kuasa/otoritas ). banyak gereja-gereja Tuhan tidak dapat menghasilkan buah pertobatan yang sungguh karena mereka ternyata menyalahgunakan otoritas mereka dalam perkerjaan Tuhan maupun dalam intansi pemerintahan dan juga dalam keluarga. wewenang dalam pelayanan atau pekerjaan maupun dalam keluarga tidak boleh dipakai hanya untuk menguntungkan diri pribadi. tidak dijadikan peluang untuk memeras orang lain, tidak dijadikan sebagai kekuatan untuk memaksakan keinginan diatas hak-hak orang lain. bukankah banyak anak-anak Tuhan yang dipercayakan oleh pemerintah atau perusahaan dalam suatu jabatan, dalam gereja dipercayakan sebagai hamba Tuhan, dalam keluarga sebagai pemimpin. jadi mari inilah kesempatan bagi kita untuk berkarya bagi Dia dan mengahasilkan buah-buah pertobatan yang sesungguhnya.
jadi dari ketiga pertanyaan yang dijawab oleh Yohanes Pembaptis sudah cukup mewakili sendi-sendi kehidupan orang percaya. iangatlah bahwa kapak sudah tersedia pada pohon yang tidak dapar menghasilkan buah. akan lebih baik ditebang dan dimasukkan kedalam api untuk dibakar.......HALELUYA.